Recommended

Sales Funnel WhatsApp Business

Dibuat oleh Berani AI Official

Prompt dalam koleksi ini

Setup WhatsApp Business untuk Jualan

Optimasi WA Business jadi mesin jualan.

Bantu saya setup WhatsApp Business untuk maksimasi jualan.

Konteks:
- Produk: [konteks]
- Volume chat per hari: [konteks]
- Tim: [solo / ada admin]
- Tools: [WA Business app / API]

Output setup guid...
Bantu saya setup WhatsApp Business untuk maksimasi jualan.

Konteks:
- Produk: [konteks]
- Volume chat per hari: [konteks]
- Tim: [solo / ada admin]
- Tools: [WA Business app / API]

Output setup guide:

1. Profil bisnis optimal:
   - Nama + kategori
   - Deskripsi yang jualan
   - Jam operasional
   - Alamat / area layanan
   - Katalog produk
   - Link (website / linktree)

2. Katalog produk:
   - Foto produk yang menjual
   - Deskripsi + harga
   - Grouping yang rapi
   - Update rutin

3. Quick replies (template):
   - Greeting
   - Info produk
   - Cara order
   - Pembayaran
   - Pengiriman
   - FAQ

4. Labels untuk organize chat:
   - Lead baru
   - Negotiating
   - Menunggu pembayaran
   - Repeat customer
   - Dormant

5. Greeting + away message:
   - Greeting otomatis yang welcoming
   - Away message yang set expectation

6. Status sebagai marketing:
   - Konten status yang jualan tanpa hard-sell
   - Frekuensi optimal
   - Mix: produk, testimoni, edukasi, promo

7. Broadcast strategy:
   - Segmentasi list
   - Frekuensi yang tidak spam
   - Konten yang relevan
   - Compliance (jangan sampai diblok)

Anti-pattern:
- Broadcast spam ke semua
- Slow response
- Katalog berantakan
- Status jualan terus

Output juga: set lengkap 8 quick reply template siap pakai.

Script Closing Chat WhatsApp

Script chat dari tanya-tanya sampai transfer.

Bantu saya bikin script closing chat WhatsApp.

Konteks:
- Produk: [konteks + harga]
- Common objection: [list]
- Conversion rate chat saat ini: [konteks]
- Tone brand: [casual / formal]

Output scrip...
Bantu saya bikin script closing chat WhatsApp.

Konteks:
- Produk: [konteks + harga]
- Common objection: [list]
- Conversion rate chat saat ini: [konteks]
- Tone brand: [casual / formal]

Output script flow:

1. Opening (respon chat masuk):
   - Greeting hangat
   - Identifikasi kebutuhan
   - Pertanyaan kualifikasi

2. Presentasi produk:
   - Benefit (bukan cuma fitur)
   - Sesuaikan dengan kebutuhan yang disebut
   - Social proof selipan

3. Handle objection:
   - "Mahal" → reframe value
   - "Pikir-pikir dulu" → urgency lembut
   - "Nanti aja" → follow-up plan
   - "Di tempat lain lebih murah" → diferensiasi

4. Soft closing:
   - Asumsi positif ("mau dikirim ke alamat mana?")
   - Pilihan (bukan ya/tidak): "mau yang A atau B?"
   - Urgency genuine (stok / promo)

5. Closing transaksi:
   - Konfirmasi order
   - Info pembayaran jelas
   - Estimasi pengiriman

6. Follow-up kalau belum closing:
   - Timing (jangan terlalu cepat / lama)
   - Angle berbeda
   - Value tambahan
   - Tahu kapan berhenti

7. Pasca pembayaran:
   - Konfirmasi terima
   - Thank you
   - Set ekspektasi pengiriman
   - Invite repeat

Aturan:
- Responsif (jangan buat nunggu)
- Personal (sebut nama)
- Tidak desperate
- Tidak terlalu template (variasikan)

Anti-pattern:
- Hard-sell agresif
- Balas lama
- Ignore objection
- Spam follow-up

Output juga: full script percakapan contoh dari chat masuk sampai closing.

Broadcast WA yang Tidak Diblokir

Broadcast efektif tanpa kena spam/block.

Bantu saya bikin strategi broadcast WhatsApp yang aman.

Konteks:
- Ukuran list: [konteks]
- Frekuensi saat ini: [konteks]
- Tipe konten broadcast: [promo / info / edukasi]
- Pernah kena limit/block: ...
Bantu saya bikin strategi broadcast WhatsApp yang aman.

Konteks:
- Ukuran list: [konteks]
- Frekuensi saat ini: [konteks]
- Tipe konten broadcast: [promo / info / edukasi]
- Pernah kena limit/block: [ya/tidak]

Output strategy:

1. List hygiene:
   - Hanya kontak yang save nomor kamu
   - Opt-in awareness (mereka tahu akan dibroadcast)
   - Remove yang tidak pernah respon
   - Segmentasi by interest/behavior

2. Frekuensi aman:
   - Maksimal broadcast per minggu
   - Spacing antar broadcast
   - Hindari blast harian

3. Konten yang tidak terasa spam:
   - Value-first (tips, info berguna)
   - Personal touch (sebut nama via variabel)
   - Mix konten (jangan promo terus)
   - Ratio 70% value / 30% promo

4. Format pesan:
   - Pembuka yang relevan
   - Tidak terlalu panjang
   - 1 CTA jelas
   - Tidak banyak link (trigger spam)

5. Timing optimal:
   - Jam aktif audience
   - Hindari jam tidur / kerja sibuk
   - Test waktu berbeda

6. Teknis anti-block:
   - Jangan blast ribuan sekaligus
   - Batch sending
   - Variasikan pesan (jangan identik)
   - Pakai WA Business resmi (buka mod)

7. Monitoring:
   - Response rate
   - Block/report rate
   - Opt-out tracking
   - Adjust kalau engagement turun

Anti-pattern:
- Blast ke nomor yang tidak save
- Pesan identik ke ribuan
- Promo terus tanpa value
- Frekuensi berlebihan
- Link mencurigakan

Output juga: 5 contoh broadcast yang value-first tapi tetap drive sales.

Funnel WA dari Konten Sosmed

Arahkan follower sosmed ke closing di WA.

Bantu saya bangun funnel dari sosmed ke WhatsApp.

Konteks:
- Sosmed utama: [IG / TikTok / FB]
- Follower: [konteks]
- Produk: [konteks]
- Konversi sosmed → WA saat ini: [konteks]

Output funnel desig...
Bantu saya bangun funnel dari sosmed ke WhatsApp.

Konteks:
- Sosmed utama: [IG / TikTok / FB]
- Follower: [konteks]
- Produk: [konteks]
- Konversi sosmed → WA saat ini: [konteks]

Output funnel design:

1. Awareness (sosmed):
   - Konten yang stop scroll
   - Soft introduce produk
   - Build trust + authority

2. Interest (engagement):
   - Konten edukasi produk
   - Testimoni / social proof
   - Tease offer

3. Bridge ke WA:
   - CTA yang jelas (link bio, DM auto, comment trigger)
   - Lead magnet (free guide, diskon, konsultasi)
   - Reason to move (info lengkap, harga spesial)

4. Capture di WA:
   - Greeting yang sesuai konteks (dari konten apa)
   - Deliver yang dijanjikan
   - Kualifikasi kebutuhan

5. Nurture:
   - Follow-up berseri
   - Value + soft offer
   - Build relationship

6. Closing:
   - Offer yang relevan
   - Handle objection
   - Easy checkout

7. Konten yang drive ke WA:
   - "DM untuk info" post
   - "Link di bio" untuk diskon
   - Story dengan link/sticker
   - Live dengan CTA WA

8. Tracking funnel:
   - Sosmed reach → profile visit
   - Profile → WA click
   - WA chat → closing
   - Identifikasi bocor di mana

Anti-pattern:
- Hard-sell di sosmed (orang kabur)
- Tidak ada bridge jelas ke WA
- WA tidak follow konteks konten
- Funnel bocor tanpa di-track

Output juga: 3 konten hook + CTA yang efektif drive follower ke WA.

Automasi Follow-up WhatsApp

Sistem follow-up yang tidak ada lead jatuh.

Bantu saya bikin sistem follow-up WhatsApp.

Konteks:
- Volume lead per hari: [konteks]
- Tim: [solo / ada admin]
- Tools: [WA Business app / API / CRM]
- Masalah saat ini: [lead lupa di-follow / dll]...
Bantu saya bikin sistem follow-up WhatsApp.

Konteks:
- Volume lead per hari: [konteks]
- Tim: [solo / ada admin]
- Tools: [WA Business app / API / CRM]
- Masalah saat ini: [lead lupa di-follow / dll]

Output follow-up system:

1. Lead categorization:
   - Hot (siap beli)
   - Warm (tertarik, ragu)
   - Cold (sekadar tanya)
   - Customer (sudah beli)

2. Follow-up cadence per kategori:
   - Hot: follow-up dalam jam-jam
   - Warm: H+1, H+3, H+7
   - Cold: value content berkala
   - Customer: pasca beli + repeat reminder

3. Follow-up angle (jangan "halo masih minat?"):
   - Kasih info baru / update
   - Social proof terbaru
   - Limited offer
   - Tanya kebutuhan lebih dalam
   - Value content

4. Template per tahap:
   - First follow-up (gentle reminder)
   - Second (value + offer)
   - Third (urgency / last call)
   - Win-back (kalau lama silent)

5. Kapan berhenti:
   - Setelah X attempt tanpa respon
   - Pindah ke nurture list pasif
   - Jangan spam sampai diblok

6. Tools & tracking:
   - Label / tag system
   - Reminder (manual / app)
   - Note per lead
   - Conversion tracking

7. Kalau pakai API/CRM:
   - Automation flow
   - Trigger-based message
   - Tetap personal touch

Anti-pattern:
- "Halo kak masih minat?" berulang
- Follow-up tanpa value baru
- Lupa follow-up (lead jatuh)
- Spam sampai diblok
- Tidak ada sistem (andalkan ingatan)

Output juga: sequence 4 pesan follow-up untuk warm lead yang belum closing.
Masuk untuk menyimpan prompt ke koleksi kamu.