Recommended

Prompt Populer dan Trending

Dibuat oleh Berani AI Official

Prompt dalam koleksi ini

Personal Productivity Coach Harian

Daily planning + accountability check pakai role-based prompting yang paling viral 2026.

Act as my personal productivity coach. Setiap pagi saya akan kasih:
1. 3 prioritas hari ini
2. 1 hal yang saya tunda dari kemarin
3. Energi level saya (1-10)
4. Waktu yang available (jam berapa - jam ...
Act as my personal productivity coach. Setiap pagi saya akan kasih:
1. 3 prioritas hari ini
2. 1 hal yang saya tunda dari kemarin
3. Energi level saya (1-10)
4. Waktu yang available (jam berapa - jam berapa)

Berikan saya:
1. Reality check: apakah 3 prioritas realistis untuk energi + waktu saya hari ini
2. Reorder kalau perlu, dengan alasan
3. 1 prioritas mana yang harus saya tackle pertama (dengan time-box estimate)
4. 1 prioritas mana yang OK didefer kalau hari berat
5. Tactical question: kalau hari berakhir dan saya cuma sempat selesaikan 1 hal, hal apa yang membuat hari ini "berhasil"?
6. Akhir hari: tanya saya status, kasih reflection question singkat (bukan generic "how did it go")

Tone: direct, tidak menggurui, tidak excessive encouragement. Treat me as senior operator yang butuh thinking partner, bukan cheerleader.

Rewrite Anti AI Detection (Humanize Text)

Edit tulisan AI-generated supaya tidak ter-detect sebagai AI dan lebih natural.

Saya punya teks yang ditulis AI. Bantu rewrite supaya:
1. Tidak ter-detect oleh AI detector (GPTZero, Originality.ai, Copyleaks)
2. Tetap accurate ke isi original
3. Sound natural, seperti ditulis man...
Saya punya teks yang ditulis AI. Bantu rewrite supaya:
1. Tidak ter-detect oleh AI detector (GPTZero, Originality.ai, Copyleaks)
2. Tetap accurate ke isi original
3. Sound natural, seperti ditulis manusia experienced

Teks original:
[paste teks]

Yang harus diubah:
- Vary sentence length (campur pendek-panjang, jangan uniform)
- Replace AI tells: "delve into", "moreover", "in conclusion", "it's worth noting", "navigating the complex landscape of"
- Kasih 1-2 imperfection minor yang natural (e.g. parenthetical aside, mild contraction)
- Specific > generic (kalau bisa kasih angka, contoh konkret, atau referensi nyata)
- Pakai cara orang nyata bicara di niche/audience saya (sebutkan): [niche/audience]

Hindari:
- Overcorrect jadi terlalu casual (tetap sesuai konteks: blog professional, email, akademis, dll)
- Hapus fakta penting demi style
- Add buzzword baru yang bikin sound AI lain (e.g. "in today's fast-paced world")

Output: teks final + 3 alasan kenapa edit ini bikin sound human.

Ringkasan Meeting jadi Action Items

Convert transcript meeting / notes panjang jadi action item terstruktur.

Saya kasih transcript / notes meeting. Bantu saya extract action items.

Transcript / notes:
[paste]

Konteks meeting:
- Tipe meeting: [1:1 / team sync / client / brainstorm]
- Tujuan meeting: [kontek...
Saya kasih transcript / notes meeting. Bantu saya extract action items.

Transcript / notes:
[paste]

Konteks meeting:
- Tipe meeting: [1:1 / team sync / client / brainstorm]
- Tujuan meeting: [konteks 1 kalimat]
- Peserta key: [list]

Output dengan struktur:

1. TL;DR (3 bullet maksimum, untuk yang skim):
- Decision utama yang dibuat
- Issue utama yang muncul
- Next major milestone

2. Action items (table format):
| # | Action | Owner | Deadline | Priority (P0/P1/P2) |
- Action HARUS verb-first ("Kirim draft proposal" bukan "draft proposal")
- Owner spesifik (kalau di transcript tidak jelas, tandai TBD)
- Deadline kalau di-mention atau infer dari konteks
- Priority based on urgency yang muncul di pembicaraan

3. Open questions / unresolved:
- Pertanyaan yang muncul tapi belum dijawab
- Decision yang ditunda

4. Risks / concerns yang ter-mention (eksplisit atau implisit)

5. Follow-up meeting needed: ya/tidak, dengan siapa, untuk apa

Hindari: paraphrase kalimat-kalimat panjang. Extract intent + action, jangan summary verbose.

Explain Like I am 5 (ELI5) Topik Kompleks

Belajar konsep baru dengan analogi sederhana + progressive depth.

Saya mau belajar topik ini: [topik kompleks]

Saya butuh kamu jelaskan dengan layered depth:

Level 1 — ELI5 (anak 5 tahun):
- Pakai analogi dari kehidupan sehari-hari
- Tidak ada jargon
- 2-3 kalimat...
Saya mau belajar topik ini: [topik kompleks]

Saya butuh kamu jelaskan dengan layered depth:

Level 1 — ELI5 (anak 5 tahun):
- Pakai analogi dari kehidupan sehari-hari
- Tidak ada jargon
- 2-3 kalimat saja
- Boleh exaggerate untuk clarity

Level 2 — High school student:
- Boleh introduce 2-3 istilah technical
- Kasih konteks: kenapa konsep ini matter
- 1 paragraf

Level 3 — College / professional pemula:
- Mechanism / framework yang lebih akurat
- Sebutkan 2-3 misconception umum + correction
- Contoh konkret dari real world

Level 4 — Practitioner level:
- Nuance dan trade-off
- Kapan konsep ini break / tidak berlaku
- Connect ke konsep adjacent yang related

Lalu:
- "Test understanding" — 3 pertanyaan untuk saya jawab supaya saya tahu apakah benar-benar paham
- "Common trap" — 2 kesalahan yang biasanya orang lakukan ketika baru paham
- "Next concept" — kalau ini sudah dipahami, topik mana yang natural untuk dipelajari berikutnya

Treat me as: [konteks saya: profession, prior knowledge level].

Devil's Advocate Pressure Test Ide

Counter ChatGPT's agreeable bias. Minta AI brutal honest critique ke ide kamu.

Saya butuh kamu act sebagai devil's advocate. Bukan supportive coach. Bukan diplomatic. Brutal honest.

Default kamu sebagai AI adalah agreeable — kamu cenderung confirm ide saya bagus. Itu tidak memb...
Saya butuh kamu act sebagai devil's advocate. Bukan supportive coach. Bukan diplomatic. Brutal honest.

Default kamu sebagai AI adalah agreeable — kamu cenderung confirm ide saya bagus. Itu tidak membantu. Saya butuh kamu push back keras.

Ide saya: [paste ide / strategy / decision]

Konteks tambahan: [info relevant]

Yang saya butuhkan:

1. Steel-man critique (5 alasan paling kuat kenapa ide ini gagal):
- Bukan generic risk ("market kompetitif")
- Spesifik, dengan reasoning yang bisa di-debate
- Urutkan dari paling severe ke paling minor

2. Hidden assumption check:
- 3 asumsi yang ide saya rest on, yang saya mungkin tidak sadari
- Untuk setiap asumsi: bagaimana saya validasi ini cepat dan murah

3. Comparable failures:
- 2-3 contoh real (perusahaan / produk / strategy) yang mirip dengan ide saya tapi gagal
- Apa yang mereka miss

4. Counter-position:
- Sebutkan 1 strategy / decision yang berlawanan dengan ide saya — bagaimana itu juga bisa work
- Kapan counter-position lebih masuk akal

5. "Walk away" criteria:
- Sinyal apa yang harus saya monitor, yang kalau muncul = saya harus drop ide ini
- Berapa lama saya harus give it (timeline check)

Aturan: jangan softball. Kalau ide ini lemah, bilang lemah. Saya bisa handle kritik. Yang saya tidak bisa handle: feedback yang membuat saya pursue ide buruk lebih lama.

Resume dan Cover Letter ATS-Friendly

CV + cover letter yang lulus ATS scan + impressive ke recruiter.

Bantu saya buat resume + cover letter yang lulus ATS scan dan stand out ke recruiter.

Konteks saya:
- Target role: [job title spesifik]
- Job description target: [paste JD]
- Saya saat ini: [role + t...
Bantu saya buat resume + cover letter yang lulus ATS scan dan stand out ke recruiter.

Konteks saya:
- Target role: [job title spesifik]
- Job description target: [paste JD]
- Saya saat ini: [role + tahun pengalaman]
- Achievement utama saya yang relevant: [list 3-5 dengan angka kalau bisa]
- Skill yang saya pegang: [list]
- Gap atau weakness yang mungkin recruiter tanya: [list]

Output:

1. RESUME (1 halaman, ATS-friendly):
- Header: nama + contact + LinkedIn URL
- Summary 3 baris (specific positioning, bukan "passionate professional")
- Experience: max 3 role recent, bullet point pakai STAR (Situation, Task, Action, Result)
- Bullet point format: "[Action verb] [what] [resulting in metric/outcome]"
- Skill section: hard skill yang match JD (keyword-matched)
- Education
- Hindari: kolom, table, header/footer image (ATS bisa fail parse)

2. COVER LETTER (max 250 kata, 4 paragraf):
- Paragraf 1: hook spesifik (kenapa company INI, bukan generic)
- Paragraf 2: 1 achievement most relevant ke role + impact
- Paragraf 3: gap yang mungkin recruiter concern + reframe sebagai strength
- Paragraf 4: CTA + signal availability

3. ATS keyword check:
- Top 10 keyword dari JD yang harus muncul di resume
- Yang sudah ada (good), yang missing (perlu add)

4. Common mistake yang dihindari (5 hal).

Tone resume: factual + specific. Cover letter: confident + warm, bukan formal-formal.

Skrip Negosiasi Gaji dan Deal

Scripted reply untuk negosiasi gaji, deal, atau price discussion.

Saya akan negosiasi soal: [gaji baru / kenaikan gaji / project rate / deal harga / equity]

Konteks:
- Posisi saya: [konteks: kandidat, employee internal, freelancer, vendor]
- Counterparty: [recruite...
Saya akan negosiasi soal: [gaji baru / kenaikan gaji / project rate / deal harga / equity]

Konteks:
- Posisi saya: [konteks: kandidat, employee internal, freelancer, vendor]
- Counterparty: [recruiter / manager / klien / negotiator]
- Anchor mereka (kalau sudah disebut): [Rp atau %]
- Target saya: [Rp atau %]
- BATNA saya (alternatif kalau deal gagal): [konteks]
- Konteks emosional: [first negotiation atau ongoing relationship]

Output negotiation script:

1. Pre-negotiation prep:
- 3 fakta yang saya harus tahu sebelum masuk (research target)
- 2 leverage saya yang harus saya highlight
- 1 weakness saya yang harus saya defend

2. Opening:
- Kalimat pembuka yang set tone (collaborative, bukan adversarial)
- Cara delay menyebut angka di awal (kalau strategis)

3. Kalau mereka anchor duluan:
- Reply template untuk anchor terlalu rendah (tanpa langsung counter)
- Reply template untuk anchor reasonable
- Reply template untuk anchor terlalu tinggi (kalau saya buyer)

4. Kalau saya anchor duluan:
- Cara frame angka tinggi tanpa terdengar greedy
- Justifikasi yang concrete (bukan "saya pengalaman")

5. Push-back tactics (kalau mereka resist):
- "Help me understand" framing
- Trade-off offer (kalau angka tidak fleksibel, fleksibel di apa)
- Walk-away signal (kapan dan bagaimana)

6. Closing:
- Cara confirm verbally + minta written
- Timeline expectation

Tone: confident, calm, tidak desperate, tidak arogan. Acknowledge their constraint tapi tidak immediately concede.

Action Figure Style Image (Midjourney/Nano Banana)

Viral 2026: ubah foto jadi action figure dalam blister pack collectible.

Saya mau buat image prompt untuk Midjourney / Gemini Nano Banana / DALL-E untuk gaya "action figure collectible" yang lagi viral 2026.

Foto reference: [upload foto / atau deskripsikan: usia, gender, ...
Saya mau buat image prompt untuk Midjourney / Gemini Nano Banana / DALL-E untuk gaya "action figure collectible" yang lagi viral 2026.

Foto reference: [upload foto / atau deskripsikan: usia, gender, ciri-ciri visual]

Spesifikasi prompt:
- Style: stylized action figure dalam premium plastic blister pack
- Wajah: clearly recognizable dari foto original (jangan generic)
- Pose: standing upright, friendly relaxed expression
- Packaging: blister pack dengan header text "[nama action figure]" + subheading
- Accessories pack: 3-5 mini props yang represent personality / job (e.g. laptop, kopi, headphone, buku)
- Background packaging: warna brand yang fit personality (e.g. corporate biru, kreator pink, etc)
- Lighting: studio product photography
- Resolution: high detail, sharp focus on figure

Output:
1. Prompt versi Midjourney (dengan parameter --ar 3:4 --v 6 atau v 7)
2. Prompt versi Gemini Nano Banana / Google Imagen
3. Prompt versi DALL-E / ChatGPT image
4. 3 variation accessories berdasarkan personality:
   - Versi tech/developer
   - Versi creator/influencer
   - Versi founder/businessperson
5. Tips kalau hasil pertama kurang mirip wajah: refinement steps

Tambahan: kalau saya kasih konteks personality (hobby, profesi, vibe), customize accessories + warna packaging.

Cinematic Portrait dari Selfie Biasa

Upgrade selfie biasa jadi cinematic portrait untuk feed IG/LinkedIn profesional.

Bantu saya buat prompt untuk transform selfie biasa jadi cinematic portrait yang trending 2026.

Foto reference: [upload foto atau deskripsi]

Target output:
- Cinematic quality (seperti shot dari fil...
Bantu saya buat prompt untuk transform selfie biasa jadi cinematic portrait yang trending 2026.

Foto reference: [upload foto atau deskripsi]

Target output:
- Cinematic quality (seperti shot dari film, bukan filter Instagram)
- Wajah tetap recognizable + tetap "saya"
- Lighting yang dramatis tapi flattering
- Mood: [pilih: confident professional / moody artistic / warm approachable / mysterious]

Spesifikasi prompt:
1. Subject: medium close-up portrait, retain facial features dari upload
2. Lighting: 
   - Pilih moodboard: golden hour soft / rim light cinematic / studio Rembrandt / window natural
3. Color grading: 
   - Teal & orange (Hollywood standard)
   - Desaturated muted (moody)
   - Warm earthy tones (natural)
4. Background: 
   - Blurred bokeh urban
   - Studio gradient
   - Outdoor location yang fit mood
5. Wardrobe: [casual professional / smart casual / formal / creative]
6. Composition: rule of thirds, eye-level shot
7. Camera spec mention: "shot on 85mm lens, f/1.4, ARRI Alexa look" (untuk feel cinematic)

Output:
1. Prompt versi Midjourney (--ar 4:5 untuk IG, --v 7 stylize 750)
2. Prompt versi Nano Banana / Gemini
3. Prompt versi DALL-E
4. 3 mood variation (untuk A/B di feed)
5. "AI tells" yang harus dihindari supaya tidak look obviously AI (waxy skin, perfect symmetry, dead eyes)

Bonus: kalau output AI biasa terlalu polished, prompt tambahan untuk add subtle imperfections (skin texture, natural asymmetry).

Voice Match Bahasa Indonesia Casual

Adapt copy formal ke gaya WhatsApp / Instagram Indonesia yang feels native.

Saya punya teks dalam bahasa formal / corporate / English. Bantu adapt ke Bahasa Indonesia casual yang feels native untuk audience IG/WhatsApp/TikTok.

Teks original:
[paste]

Target audience: [pilih ...
Saya punya teks dalam bahasa formal / corporate / English. Bantu adapt ke Bahasa Indonesia casual yang feels native untuk audience IG/WhatsApp/TikTok.

Teks original:
[paste]

Target audience: [pilih persona]
- Gen Z urban Jakarta
- Millennial professional
- UMKM owner daerah
- Ibu rumah tangga muda
- Mahasiswa
- Pekerja kantoran

Channel: [WhatsApp broadcast / IG caption / TikTok script / email casual]
Goal: [edukasi / soft sell / engagement / community building]

Rules adaptation:
1. Sapaan:
   - "Anda" → "kamu" / "lo" (sesuai persona)
   - "Halo Bapak/Ibu" → konteks-fit greeting
2. Jargon:
   - Translate jargon technical ke vernacular
   - Tapi tidak over-translate kalau audience familiar (e.g. "engagement" untuk content creator OK)
3. Sentence rhythm:
   - Kalimat pendek-pendek (mobile reading)
   - Boleh fragmented untuk emphasis
4. Local flavor (gunakan sparingly, jangan force):
   - Filler natural: "nih", "yuk", "kan", "deh", "sih" (sesuai persona)
   - Emoji subtle 1-2 max (jangan overload)
   - Slang lokal yang relevan ke audience (jangan force kalau gak fit)
5. Tone shift sesuai channel:
   - WA: percakapan personal
   - IG caption: storytelling + hook
   - TikTok script: rapid, hook 3 detik
6. Hindari:
   - Direct translate dari English (terdengar kaku)
   - Over-casual jadi tidak professional (kalau brand voice tetap business)
   - Force gaul yang gak natural untuk audience

Output:
1. Versi adapted (final)
2. 3 hook alternative untuk opening
3. Apa yang saya ubah + kenapa (insight ringkas)
4. Variant ekstra: lebih formal, sama-casual, lebih casual (kalau audience saya wider)
Masuk untuk menyimpan prompt ke koleksi kamu.